Tak Ada Sanksi bagi “Pencuri” Seni Budaya

Liputan6.com, Jakarta: Kontroversi antara Indonesia dan Malaysia bisa jadi sulit diakhiri. Pasalnya, seni budaya yang selama ini kerap jadi batu sandungan dalam hubungan Indonesia-Malaysia tidak bisa dipatenkan. Selain itu, tidak ada cara untuk menjatuhkan sanksi bagi negara yang menggunakan seni budaya Indonesia untuk keuntungan negara tersebut.

Beberapa karya seni yang mengakibatkan pergesekan budaya dan membuat hubungan Indonesia-Malaysia memanas di antaranya, Tari Pendet, Lagu Rasa Sayange, Reog Ponorogo, dan Angklung. Tapi, ternyata memang sulit untuk membuat batas jelas di antara wilayah abu-abu kepemilikan budaya antara Indonesia dan Malaysia yang serumpun Melayu. Tak ada hak paten untuk budaya-budaya macam ini. Yang bisa dilakukan adalah inventarisasi di Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkuham).

Sejak klaim Lagu Rasa Sayange oleh Malaysia dua tahun lalu, baru 15 provinsi yang mendaftarkan kekayaan seni budayanya. Jumlahnya pun baru mencapai 2.400 seni budaya. Belum jelas berapa banyak yang kemudian disetujui oleh Depkuham untuk menjadi kekayaan Indonesia. Selain itu, pemerintah juga tengah mendaftarkan seni budaya Indonesia ke tingkat internasional, melalui UNESCO, namun yang bisa dilakukan di UNESCO hanyalah mencatatkan dan tak ada sanksi. Selengkapnya, simak video berita berikut.(UPI/DIO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: